Posted by: awidiyar on: Agustus 4, 2011
Sudah lama nggak nulis, sibuk dengan pekerjaan. Tapi akhirnya saya dapat topik menarik untuk saya sampaikan di blog ini. Tulisan ini bersumber dari rekan saya Yanti admin www.4life-4transferfactor.com
Kanker rahim (uterus) merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan. Kanker ini dianggap menjadi penyebab kematian terbesar wanita di dunia.Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 tahun. Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau
ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).
Apa Penyebab Kanker Rahim?
Seperti halnya kanker lainnya, penyebab kanker inipun belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diduga beberapa issu berikut menjadi penyebabnya :
Siapa Saja Yang Memiliki Resiko Tinggi Kanker Rahim?
Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:
11.Tidak memiliki anak
12.Kemandulan
13.Penyakit ovarium polikista
14.Polip endometrium.
Bagaimana Gejala Kanker Rahim?
Berikut beberapa gejala kanker rahim :
1.Perdarahan rahim yang abnormal
2.Siklus menstruasi yang abnormal
3.Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
4.Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
5.Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
6.Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
7.Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
8.Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
9.Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
Bagaimana Mendeteksi Kanker Rahim?
Kanker Rahim dapat dideteksi melalui Pap smear test.
Bagaimana Mengobati Penyakit Kanker Rahim?
Jika sudah terdeteksi adanya sel kanker, maka pengobatannya dapat
dilakukan sebagai berikut:
1.Operasi, jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), pengobatan cukup melalui pengangkatan saja.
2.Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal, jika sel kanker sudah menyebar maka perlu dilakukan penyinaran (radiasi) atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang sudah menyebar tersebut.
Harapan Baru Bagi Para Penderita Kanker
Selain operasi dan radioterapi terdapat pengobatan yang aman dan tanpa efeksamping bagi sel-sel tubuh yang sehat yaitu melalui perawatan sistem imun. Sistem imun dapat diperkuat sehingga mampu membunuh sel-sel kanker, bahkan membunuh sel-sel kanker yang tidak dapat dibuang melalui operasi dan kemoterapi.