Pembunuh No.1 Wanita di Dunia


Sudah lama nggak nulis, sibuk dengan pekerjaan. Tapi akhirnya saya dapat topik menarik untuk saya sampaikan di blog ini. Tulisan ini bersumber dari rekan saya Yanti admin http://www.4life-4transferfactor.com

Kanker rahim (uterus) merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan. Kanker ini dianggap menjadi penyebab kematian terbesar wanita di dunia.Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 tahun. Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau
ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).

Apa Penyebab Kanker Rahim?

Seperti halnya kanker lainnya, penyebab kanker inipun belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diduga beberapa issu berikut menjadi penyebabnya :

  1. Penyebabnya adalah virus Human Papilloma Virus (HPV), diduga virus ini muncul karena perilaku berganti-ganti pasangan seks.
  2. Hubungan seksual dibawah usia 17 tahun.
  3. Merokok
  4. Pembersihan Vagina. Para wanita sering tergoda dengan iklan pembersih yang konon dapat    membersihkan vagina dari kuman.  Padahal di mulut vagina terdapat    kuman yang disebut Basillus oderlain, penghasil asam laktat yang memang fungsinya menjaga kelembaban vagina.
  5. Kebiasaan Menaburi vagina dengan bedak. Jika ada satu butir dari bedak tersebut yang menempel, maka akan mengalami infeksi dan   menimbulkan luka di ovarium.

Siapa Saja Yang Memiliki Resiko Tinggi Kanker Rahim?

Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:

  1. 1. Usia, kanker uterus terutama menyeranga wanita berusia 50 tahun  keatas.
  2. Terapi Sulih Hormon (TSH), TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause,    mencegah osteoporosis dan mengurangi  resiko penyakit jantung atau stroke.
  3. Obesitas. tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang  lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes.
  4. Diabetes (kencing manis)
  5. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  6. Tamoksifen
  7. Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini  tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim. Keuntungan yang diperoleh dari  tamoksifen  lebih besar daripada resiko terjadinya kanker lain, tetapi setiap  wanita memberikan reaksi yang berlainan.
  8. Ras. Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih.
  9. Kanker kolorektal
  10. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun.
  11. Menopause setelah usia 52 tahun

11.Tidak memiliki anak
12.Kemandulan
13.Penyakit ovarium polikista
14.Polip endometrium.

Bagaimana Gejala Kanker Rahim?

Berikut beberapa gejala kanker rahim :

1.Perdarahan rahim yang abnormal
2.Siklus menstruasi yang abnormal
3.Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih  mengalami menstruasi)
4.Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause

5.Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang  berusia diatas 40 tahun)
6.Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
7.Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca  menopause)
8.Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
9.Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Bagaimana Mendeteksi Kanker Rahim?

Kanker Rahim dapat dideteksi melalui Pap smear test.

Bagaimana Mengobati Penyakit Kanker Rahim?

Jika sudah terdeteksi adanya sel kanker, maka pengobatannya dapat
dilakukan sebagai berikut:

1.Operasi, jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), pengobatan cukup melalui pengangkatan saja.
2.Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal, jika sel kanker sudah menyebar maka perlu dilakukan penyinaran (radiasi) atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang sudah menyebar   tersebut.

Harapan Baru Bagi Para Penderita Kanker

Selain operasi dan radioterapi terdapat pengobatan yang aman dan tanpa efeksamping bagi sel-sel tubuh yang sehat yaitu melalui perawatan sistem imun.  Sistem imun dapat diperkuat sehingga mampu membunuh sel-sel kanker, bahkan membunuh sel-sel kanker yang tidak dapat dibuang melalui operasi dan kemoterapi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s