Peristiwa yang sangat mencemaskan


Sambil membayangkan peristiwa yang banyak kita lihat dan baca di media, kami menulis kejadian yang kami alami bersama dengan rekan-rekan lain yang bekerja sebagai guru dan pegawai di Yayasan Pendidikan Tanjungenim Lestari, sebuah yayasan yang mengelola sekolah TK, SD dan SMP terletak di desa Banuayu, Kec. Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim, Sumsel dan berada dibawah naungan PT. Tanjungenim Lestari Pulp and Paper.

Sebagai informasi, sebagian besar guru dan pegawai YPTel bertempat tinggal di kota Prabumulih dan biasa berangkat dan pulang bekerja menggunakan bus yang disediakan oleh perusahaan. Bus yang disiapkan adalah bus yang disewa dari sebuah perusahaan angkutan yang cukup terkenal di wilayah ini.

Seperti biasanya, setelah jam kerja berakhir pukul 15.00 WIB, seluruh dewan guru yang bertempat tinggal di Prabumulih meninggalkan gedung sekolah SD dan SMP Lematang Lestari menuju tempat menunggu bus yang mengangkut para guru dan pegawai menuju ke Prabumulih.

Kemarin, Rabu, 1 Oktober 2014, bus jemputan guru dan pegawai datang menjemput para guru pukul 15.10 WIB. Didalam bus sudah berisi para guru PG/TK dan setelah semua guru dan pegawai naik, bus langsung berangkat seperti biasa tanpa ada hal-hal yang mencurigakan.

Seperti biasanya, sejak bus berangkat meninggalkan area PT. Tanjungenim Letari menuju ke jembatan layang para penumpang (guru dan pegawai) masih bercakap-cakap dan belum ada yang tertidur. Selepas jembatan layang biasanya para penumpang mulai mengantuk dan tertidur.

Bus berjalan dengan kecepatan sedang dan beberapa mendahului kendaraan lainnya dikarenakan jalan raya cukup padat dengan banyaknya truk-truk pengangkut batu bara yang menuju ke Palembang.

Ketika bus sudah memasuki desa Lubuk Raman tepatnya di depan SDN Lubuk Raman, salah seorang guru yaitu Bpk. Antoni, S.Pd berteriak keras sambil berlari ke arah depan (ke arah sopir) dan berteriak “ Ada asap…ada asap…ada asap…” Ketika itu juga para penumpang (guru dan pegawai) terbangun, kaget dan panik melihat bagian belakang bus. Pada saat itu bagian belakang bus terlihat asap mengepul dengan cepat memenuhi bagian dalam bus.

Untung ada Bpk. Antoni yang cepat melihat asap tersebut, biasanya bapak yang satu ini selalu tertidur pulas saat dalam bus, tapi pada kejadian ini entah karena apa…..? beliau tidak tidur.

Pada saat panik itu juga, para penumpang memberitahukan kepada sopir untuk segera menghentikan laju bus. Sopir di dampingi kondektur segera menghentikan bus. Selanjutnya para penumpang yang sebagian besar adalah ibu-ibu, dan beberapa diantaranya dalam keadaan hamil dengan rasa panik berebut dan saling dorong menuju pintu depan bus (* Pintu belakang bus tidak bisa dibuka) untuk keluar meninggalkan bus. Tampak juga penduduk yang rumahnya berada disekitar kejadian keluar dan melihat kejadian ini.

Setelah bus berhenti dan para penumpang sudah turun, sopir didampingi kondekturnya segera melihat bagian mesin bus, dan langsung membuka kabin mesin. Ketika dibuka terlihat keluar asap sangat banyak…

Setelah kira-kira 5 menit kemudian, beberapa guru yang laki-laki, mencoba melihat, menemui dan bertanya kepada sopir dan kondekturnya, “Apa yang terjadi ?” dijawab oleh si sopir “ Selang oli mesin terbakar ….”

Pada saat yang sama, lewat bus angkutan Security Recon yang menuju Prabumulih melihat kejadian ini bus tersebut berhenti. Sebagian guru terutama yang perempuan langsung naik ke bus dan melajutkan perjalanan ke Prabumulih. Sebagian lagi masih menunggu.

Sambil menunggu…sebagian guru yang tertinggal masih melihat sopir dan kondektur memeriksa bus. Sesaat kemudian sopir mengatakan bus telah aman dan guru yang masih menunggu diajak naik kembali kedalam bus.

Setelah didalam bus, kami menanyakan ke sopir “ apakah bus sudah benar-benar aman ? dijawab oleh sopir “ Aman…”. Kami masih menanyakan kembali hal yang sama beberapa kali kepada sopir. Sopir kembali memerika keadaan bus dan memastikan kadaan bus……..akhirnya memutuskan untuk tidak melajutkan perjalanan karena bus tersebut tidak bisa jalan.

Kami yang tertinggal tadi akhirnya melanjutkan perjalanan pulang dan tiba di Prabumulih dengan menumpang bus umum.

Peristiwa ini sebenarnya bukanlah peristiwa pertama yang kami alami, sudah beberapa kali terjadi namun masih dalam skala kecil, namun untuk yang terakhir ini benar-benar membuat panik dan cemas yang amat sangat. Rasanya ngeri membayangkan apa yang terjadi dengan kami bila bus tersebut sampai meledak..lalu terbakar dan kami semua didalam bus tidak bisa menyelamatkan diri.

Tapi Alhamdulillah kami semua masih diberi keselamatan dan dapat melanjutkan pengabdian kami sebagai pendidik demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Iklan

Penulis: awidiyar

Setiap hari berkutat dengan komputer, gadget dan internet. Berminat berbagi dan bekerja sama dengan siapa saja yang memiliki minat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s