Smart Empowering Technique (SET)


Sabtu subuh, 7 Maret 2015, ada perbedaan secara perasaan dan mental diri dari hari sabtu-sabtu sebelumnya. Penulis yang biasanya pada hari sabtu pagi bersiap-siap untuk kegiatan olahraga dan tentu saja menggunakan pakaain olahraga, tapi pada sabtu ini setelah sholat shubuh harus menggunakan pakaian yang rapi dengan celana panjang bahan dan kemeja lengan panjang rapi. Ha..rasanya memang sedikit mengganggu perasaan..tapi tak apalah…kegiatan yang akan diikuti pagi ini hingga sore mengharuskan penulis menggunakan pakaian seperti itu..Ya..nama kegiatannya seminar dan trainning Smart Empowering Technique (SET)

Seperti biasa berangkat dari rumah dengan diantar naik motor oleh ayah tercinta menuju ke pinggir jalan raya. Sesuai dengan perjanjian dengan rekan-rekan yang juga diundang untuk acara tersebut saya harus menunggu di pinggir jalan. Pas..jam 06.01 WIB rekan-rekan yang menghampiri datang. Tepat sekali waktunya, maklum yang membuat perjanjian waktu berangkat adalah sang atasan yang memang biasa tepat waktu…

Haa…. terlalu panjang prolognya…Di didalam mobil kami ternyata berangkat hanya berempat dengan driver andalan kami yang biasa kami panggil Kak Aris. Tak usah diragukan kemampuannya dalam mengemudi. Mungkin bisa dikatakan sejak beliau bekerja sudah dikasih amanat untuk menjadi pengemudi yang baik dan tangguh.

Sejak keberangkatan dari rumah, sebenarnya terngiang dalam pikiran saya apa itu Smart Empowering Technique (SET) yang akan saya dan rekan-rekan ikuti tersebut. Sebab saya pribadi selaku bawahan hanya diberitahu dan diajak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tapi yang penting hal tersebut bisa bermanfaat bagi saya pribadi atau lebih baik jika bisa dibagi dengan orang lain.

Kembali sejenak ke cerita perjalanan menuju ke tempat seminar dan pelatihan tersebut. Tempat yang kami tuju adalah Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat (RSKMM) Sumatera Selatan yang terletak di Jl Kol. H Barlian Palembang. Sebuah rumah sakit yang didirikian oleh pemerintah Sumatera Selatan yang gedung yang refresentatif dan fasilitas yang lengkap. Perjalanan kami ke tempat tujuan berlangsung cepat dan sigap. Tapi biasalah…..jikalau rekan-rekan berkunjung ke kota Palembang dari arah Prabumulih atau Ogan Ilir jangan terkejut melihat kondisi jalan yang dilalui banyak lubang-lubang alias rusak. Tak usah saya ceritakan apa sebab jalan tersebut demikian kondisinya….pastilah sudah tahu penyebabnya…haa…haaa.

Tepat pukul 08.11 WIB kami berempat tiba di lokasi. Kalau dilihat dari jadwal yang kami terima, berarti kami terlambat 11 menit. Tapi tak mengapa..terlambat sedikit tak jadi masalah..paling acara baru dimulai..(pikiran khas orang Indonesia untuk ngeles alias cari alasan pembenar)..

Tak sulit mencari ruang tempat seminar berlangsung. Panitia telah menyediakan petugas khusus yang menyambut peserta yang datang. Begitu melihat kami, salah satu panitia langsung menegur kami dan menanyakan asal kami. Singkat cerita kami langsung diajak menuju ke ruang seminar dengan menggunakan Lift. Ternyata ruang seminar ada di lantai tiga rumah sakit tersebut. Setelah mengisi dan menandatangani daftar hadir dan ke sejenak ke toilet untuk membuang beban..and lets go..

Didalam ruang seminar ternyata tidak banyak peserta yang hadir, mungkin sekitar 20 sampai 30 orang saja. Wah..kenapa pakai kira-kira..maklum penulis malu untuk menghitung secara langsung… Dan setelah penulis amati ternyata peserta yang lain adalah rata-rata mahasiswa S1 dan S2 jurusan psikologi. Dalam pikiran saya mulai nyambung bahwa seminar ini membahas masalah psikologi sesuai dengan tema seminar Smart Empowering Technique (SET) dan kalau di terjemahkan kira-kira adalah Teknik Pemberdayaan Diri secara Pintar.

Lets go…Tepat seperti dugaan saya…Pembicara pembuka yang tampil adalah Bpk. Aslam Tamisa, S.Psi.MM seorang motivator dan Konsultan Psikologi, Dosen psikologi di beberapa perguruan tinggi di Sumatera Selatan selakigus Direktur Lembaga Psikologi Terapan (LPT) LIMAS. Tema yang beliau sampaikan adalah Pengembangan Potensi Diri.

Seperti biasalah…sudak jamak dalam seminar-seminar yang ada di Indonesia, pemateri, pembicara atau motivator pastilah dimulai dengan yel-yel pembuka yang tujuannya memberi semangat kepada seluruh peserta. Tapi terlepas dari yel-yel tadi setelah mendengar dan melihat, materi yang saya tangkap dalam adalah untuk mengembangkan potensi diri adalah mengenali Konsep Diri kita masing-masing. Karena Konsep diri yang positif diharapkan bisa membantu individu dalam menampilkan seluruh potensi yang ada pada diri kita masing-masing.

Bagaimana Caranya ?

Menurut bapak Aslam Tamisa, S.Psi, MM untuk memunculkan Konsep diri kita harus mengenali diri kita. WHO AM I ? seperti judul film yang dibintangi oleh Jackie Chan. Tapi bedanya kalau di film Jackie Chan lupa siapa dirinya karena mengalami penganiayaan sehingga lupa ingatan. sedangkan Who am i ? yang satu ini adalah dengan menjawab 4 pertanyaan yaitu :

  • Apa yang membuatmu Bahagia ?
  • Apa yang anda inginkan dalam hidup ?
  • Apa kelemahan anda ?
  • Apa kelebihan anda ?

Dengan menjawab empat pertanyaan diatas maka kita akan dapat menentukan tujuan hidup, memberikan motivasi dan goal setting. Dalam penerapannya kita bisa mengidentifikasi sasaran, penetapan prioritas, pertimbangan waktu, pembagian sasaran ke dalam langkah-langkah, penelahaan kemajuan dan perbaikan sasaran. Dan yang paling terpenting dalam pemberdayaan diri adalah Jangan kecil hati dan merasa rendah diri ataupun putus asa dalam menempuh hidup guna meraih cita-cita. Selanjutnya adalah menghilangkan Negatif Thingking. Dan jangan lupa untuk banyak membaca, melihat dan merasakan. Informasi, pengetahuan, bacaan yang kita senangi bisa jadi sebuah potensi. Dan yang paling penting adalah kita bisa mengatasi hambatan-hambatan yang muncul dalam rangka pengembangan potensi diri baik hambatan dari diri sendiri berupa tidak ada tujuan jelas, prasangka buruk, tidak mau mengenal diri sendiri, tidak sabar, perasaan takut gagal, kurang motivasi, bersikap tertutup dan lain-lain. Sedangkan hambatan dari luar diri sendiri adalah lingkungan keluarga, lingkungan kerja, budaya masyarakat, sistem pendidikan, kualitas makanan (gizi) dan lain-lain.

Iklan

Penulis: awidiyar

Setiap hari berkutat dengan komputer, gadget dan internet. Berminat berbagi dan bekerja sama dengan siapa saja yang memiliki minat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s