Pekerjaan Sampingan


Menjelang akhir bulan Maret ini, seperti para pekerja lainnya biasanya pikiran sudah mulai sedikit kalut..hee.hee..biasa…penyebabnya pasti karena “stok” di dompet sudah mulai menipis. Kalo tidak percaya silahkan cek di “wallet” masing-masing. Pasti yang ada didalamnya gak ada lagi yang berwarna merah cerah dan menyala. Paling yang ada warna merah redup bahkan warna abu-abu pucat.

Seiiring dengan keadaan diatas tadi, biasanya keinginan untuk membuat “posting” di blog ini juga sulit. Kehabisan ide dan ilham apa yang mau ditulis. Tapi biarlah semoga saja tulisan ini bisa menjadi curahan hati dan pikiran.

Waduh..2 paragraf pembukanya, tapi tidak nyambung dengan judul tulisan ini ya..?? Biar nyambung dibaca saja terus….!!!

Rekan-rekan yang biasa bekerja dikantoran sebagai karyawan atau pegawai, pasti terlintas dipikiran sebuah pertanyaan “sampai kapan jadi pegawai ? ” Ya..jawabannya mudah, “Pasti sampai pensiun”, Berapa usia pensiun ? Ya..umur 56 tahun, paling lama umur sampai umur 60 tahun.

Pertanyaan kedua, pasti juga terlintas dipikiran “bagaimana kalau perusahaan tempat kita bekerja bangkrut alias tutup ? Pasti jawabannya macam-macam. Ada yang mau cari kerja tempat lain, ada yang mau wirausaha, ada yang mau bertani, ada yang mau berdagang dan lain-lain.

Pertanyaan ketiga, Cukupkah penghasilan yang diterima setiap bulan untuk menyambung hidup bersama keluarga dimasa mendatang ? Perntanyaan ini muncul karena beban kehidupan yang semakin berat. Biaya yang dibutuhkan untuk membeli kebutuhan pokok, biaya sekolah yang semakin mahal, dan tentu banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Terus gaji atau penghasilan yang diterima semakin lama semakin tidak seimbang dengan kebutuhan hidup.

Menyimak perihal diatas, saya sering-berbincang-bincang dengan rekan-rekan, bagaimana cara kita menyikapinya. Ternyata banyak diantara rekan-rekan saya sudah menyiapkan diri menghadapi 2 pertanyaan diatas tadi. Rata-rata rekan saya sudah memiliki pekerjaan atau usaha sampingan. Ada rekan saya yang sudah memiliki kebun yang ditanami dengan tanaman produksi seperti karet, kelapa sawit dan lain-lain. Ada juga rekan saya yang sudah memiliki usaha kost-kostan atau rumah sewa. Ada juga rekan saya yang memilih berinvestasi sebagai bekal setelah tidak bekerja. Bahkan ada yang bertahan dengan warisan orang tua yang kaya.

Saya sendiri yang berlatang belakang dari keluarga biasa saja, bisa dikatakan tidak miskin dan jauh dari kaya….haa..haa. mempunyai pemikiran untuk memiliki sebuah pekerjaan atau usaha sampingan yang bisa menunjang penghidupan yang layak bagi saya pribadi dan juga keluarga. Tapi mengingat sumber daya yang dimiliki tidak banyak, yang terlintas dipikiran saya adalah membuat pekerjaan sampingan dengan cara berdagang. Karena ini adalah sebuah hal yang palign mudah dilakukan. Tapi ada hal yang menjadi kelemahan saya yaitu Saya tidak bisa berdagang. Hiii..hiii..lucu ya..mau berdagang tapi tidak ada bakat berdagang. Akhirnya hal ini saya bicarakan dengan istri di rumah.. Setelah bertukar pikiran ternyata istri saya yang memiliki kemauan dan sedikit bakat berdagang. Tapi hal inipun tidak segera terlaksana…maklum pemikiran khas orang Indonesia kebanyakan mikir dari pada “action…”. Ada banyak pikiran negatif yang menghambat “action” tadi. Mulai dari barang apa yang mau dijual, modalnya dari mana ?, Takut rugi dan lain-lain. Padahal itu hanya ada dalam pikiran, belum di coba ?

Entah apa yang merubah pemikiran saya dan istri..maklum saya dan istri adalah dua orang yang pernah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Yang tentu saja menginginkan sebuah pekerjaan yang mantap dan menjadi orang yang mapan dari pekerjaan itu. Namun apa daya…sumber daya yang dimiliki tidak “segaris” dengan suratan takdir. Akhirnya saya dan istri mau menjadi seorang pedagang. Saya sendiri yang setiap hari berkutat dengan pekerjaan yang berhubungan dengan komputer dan internet, banyak membaca kisah-kisah orang yang memulai usaha dari usaha yang kecil terlebih dahulu. Sebagai percobaan barang dagangan pertama saya adalah pulsa elektronik. Kenapa saya memilih barang ini ? Pertama banyak yang butuh pulsa, kedua barangnya gak bakalan rusak, busuk, lapuk seperti barang lainya. Ketiga caranya mudah. Berdagang pulsa ini terus saya jalani hingga saat ini baik di tempat kerja maupun dirumah. Walaupun margin keuntungan sedikit, tapi dengan sedikit siasat masih bisa bertahan hingga saat ini. Sampai-sampai ditempat kerja dikenal dengan panggilan “Pak Pulsa”…haa…haaa.

Usaha sampingan kedua saya adalah memanfaatkan sedikit keahlian saya dalam dunia internet. Saya mencoba menawarkan jasa dalam pembuatan website, webstore atau toko online dan pembuatan blog untuk berbagai kebutuhan. Jasa ini saya jual dalam bentuk jadi ataupun jasa kursus. Walaupun belum banyak peminat tapi hal ini terus saya giatkan, mengingat pengguna internet yang semakin bertambah dari hari ke hari. Untuk menawarkan jasa ini saya bahkan membuat website dengan alamat http://www.mediaprabumulih.com. Media Prabumulih sengaja saya ambil sebagai permulaan bahwa target yang saya bidik adalah untuk lingkup kota Prabumulih saja dulu tempat tinggal saya. Satu keinginan saya yang belum terwujud sampai saat ini adalah membuat sebuah toko online yang menjual berbagai macam kebutuhan. Biasa…masih banyak hambatan baik dari dalam diri ataupun hambatan dari luar.

Tapi dibalik semua itu….benar kata orang-orang sukses, SEGERA “ACTION” jangan terlalu lama berpikir. Satu hal lagi yang paling penting……..BERDAGANG ITU ASYIIIK…….!!! Ingat pesan agama….salah satu pintu rezeki adalah Berdagang……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s