Prabumulih Grande Play Land


Rasanya sudah lebih dari 30 tahun saya tinggal dan menetap di Kota Prabumulih, segenap kisah perjalanan perkembangan kota ini bisa saya lihat dan rasakan.
Dulu mungkin juga teman-teman masa kecil hingga tamat SMA banyak mengeluh karena kurangnya arena bermain. Dulu zaman anak-anak setelah pulang sekolah paling suka bermain sepak bola, bola volley atau permainan bola lainnya. Kenapa begitu ? Ya..karena memang itulah permainan yang bisa dimainkan pada waktu itu. Tapi berbeda dengan permainan anak sekarang, mau main sepak bola susah karena tidak lagi tersedia tanah lapang yang dapat digunakan. Eh..panjang ceritanya….lalu apa kaitannya dengan judul diatas ya ?

Begini….judul diatas saya ambil karena saya yang sudah menikah dan memiliki 2 orang anak yang sedang tumbuh dan selalu ingin bermain selalu ingin mengajak bermain ke sebuah arena bermain yang ada di kota Prabumulih. Ya..namanya pun saya baru tau Grande Play Land.

Tak ingin mengecewakan anak-anak, saya menuruti keinginan mereka untuk datang ke tempat ini. Ternyata tempatnya lumayan nyaman, berada di lantai 3 supermarket Sinar Baru Grande. Saya ingat dulu waktu masih SMA dan kuliah arena bermain seperti ini hanya ada di kota-kota besar. Merk dagang arena bermain ini juga terkenal “Time Zone”.

image

Dengan arena permainan dan jenis permainan yang cukup banyak, tempat ini cukup ramai dikunjungi, terutama hari minggu seperti saat kami datang. Dengan sistem pengunaan kartu debit yang dapat dibeli langsung di arena permainan serta dapat diisi ulang, pengunjung dapat bermain dengan semua arena yang tersedia.

Kembali ke cerita anak-anak saya tadi, arena bermain yang paling disukai adalah arena mandi bola. Memang anak-anak yang berumur 3 – 6 tahun paling senang bermain di arena ini. Dengan tarif Rp 20 ribu, anak-anak sudah bisa bermain sepuasnya. Sedangkan bagi anak laki-laki dapat memilih permainan ketangkasan yang tersedia.

Dalam benak saya terlintas pikiran bahwa zaman memang sudah berubah. Anak-anak bermain pun tidak sama dengan zaman kita dulu. Dulu kita bermain selalu akrab dengan permainan yang memiliki filosofi kehidupan sedangkan permainan anak-anak sekarang tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang harus diiringi dengan kemampuan financial yang cukup mahal. Weeleh….weleh….

Posted by A. Widiyar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s