Artikel Pertama di Babe


Setelah mencoba mengirim tujuh tulisan dengan kategori islam, kesehatan, unik, beauty, hiburan, dua diantaranya langsung ditolak karena alasan sudah pernah diterbitkan di media lain, akhirnya sebuah tulisan di kategori beauty diterbitkan oleh babe.news.

Setelah ditelaah tulisan  yang awalnya dikirim dengan judul 10 perawatan kecantikan menjijikan, siapa berani coba ? mengapa disetujui oleh pihak babe.news untuk diterbitkan antara lain adalah bahwa tulisan ini memang layak untuk ditayangkan. Pertama tulisan ini lolos dari tindakan plagiat alias copy paste, kedua dilihat dari judul memang menarik untuk dilihat. Ketiga setelah sedikit diedit judulnya menjadi Mandi Belut dan 4 Perawatan kecantikan yang menjijikan, siapa berani coba ? dengan tampilan gambar banner kumpulan anak belut di telapak tangan, menambah penasaran artikel ini untuk dilihat.

Sebagai percobaan dan ketentuan dari pihak babe bahwa artikel tersbut harus mendapat seratus view dalam tujuh hari kedepan, saya mencoba mengshare artikel ini di berbagai media sosial saya, tanggapan yang saya perolehpun beragam. Ada yang mengapresiasi, tapi ada juga yang geli dan merasa jijik terutama yang wanita dengan gambar banner yang ditampilkan di bagian atas artikel tersebut.

Dari artikel ini saya mendapatkan bahwa untuk menjadi penulis ataupun blogger yang baik membutuhkan sebuah pengetahuan, teknik, dan keunikan tersendiri. Semoga kedepan bisa lebih baik lagi.. yang belum lihat artikelnya silahkan kunjungi Mandi Belut dan 4 Perawatan Kecantikan yang menjijikan.

Sebuah Cerpen Pengingat.


​*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*
Dinukil dan diselia dari *”Shalat”*

Hafizh M. Noor Esa, 17 Oktober 2016

https://goo.gl/PKAbM9
***

_“Aa, Abang, Kaka. Masuk kamar!”_ suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi namun bermimik wajah lembut.

Ada apa gerangan? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara. Terakhir ia berucap keras, itupun tidak sekeras orang-orang di sekitar rumahku yang gemar sekali bertengkar untuk mempersoalkan hal sepele, sekitar 3 bulan lalu saat Ayah beradu mulut dengan Ibu yang berujung perginya Ibu dari rumah. Meninggalkan 3 orang anaknya yang menangis tak berdaya. Dan kembalinya Ibu setelah seminggu lamanya pergi menghadirkan keharuan dan ucapan maaf dari Ayah.

Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk. Peluh masih membasahi sekujur punggung, kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya telah berkumandang. Memang kami terlalu larut bermain.

Kamar itu sebenarnya sebuah garasi yang disulap menjadi tempat tidur bersama dan ruang serbaguna dengan penerangan lampu seadanya. Aa bersila diantara aku dan Kaka yang juga ikut bersila. Kami sering disebut ‘Tiga Serangkai’ oleh tetangga karena selalu bertiga kemana-mana. Ayah pun bersila di hadapan kami. Wajahnya mempertontonkan kekecewaan yang semakin membuat kami ciut.

_“Kenapa pulang selarut ini?”_ Ayah mulai menginterogasi kami.

Aa sebagai kakak lelaki pertama memposisikan diri sebagai juru bicara dan mulai berkilah panjang tentang alasan kenapa pulang larut malam. Mulai dari sendal Kaka yang hilang sebelah karena dijahili anak kampung sebelah hingga diajak main Playstation setelah main bola oleh Dodi, tetangga sekaligus teman karib kami bertiga. 

_“Sudah shalat maghrib?”_

Sebuah pertanyaan yang mencekat. Aa diam membeku. Apalagi aku, Apalagi Kaka yang paling muda. Kami betul-betul lupa waktu saat itu. Hanya menundukkan kepala yang bisa kami lakukan. Mungkin karena ini wajah ayah begitu kecewa.

_“Bu, tolong matikan lampu”,_ suara Ayah lembut kepada Ibu.

Ibu yang semenjak awal ternyata mendengarkan di balik pintu kemudian masuk dan mematikan lampu lalu duduk di samping Ayah. Kamar seketika gelap gulita.

_“Apa yang bisa kamu lihat sekarang?”_

Hening.

_“Semua gelap. Lihat sekeliling kamu, hanya ada hitam. Tapi ulurkan tanganmu ke kanan dan ke kiri. Kamu akan merasakan genggaman tangan saudaramu dan Ayah Ibu.”_

Kami saling menggenggam.

_“Tapi tidak lagi saat nanti di alam kubur. Karena kamu akan sendirian dalam kegelapan. Tidak ada saudaramu. Tidak ada Ayah Ibu. Hanya sendiri. Sendiri dalam kegelapan dan kesunyian.”_

Aku tercekat. Semua terdiam. Genggaman tangan di kanan kiriku mengerat. Lalu terdengar suara korek api kayu dinyalakan, sesaat tergambar wajah Ayah, Ibu, Aa, dan Kaka akibat kilatan cahaya api pada korek yang dinyalakan Ayah. Semua berwajah sendu. Korek itu membakar sebuah benda yang menghasilkan bara berbau menyengat. Bau obat nyamuk.

_“Siapa yang berani menyentuh bara ini?”_ Suara Ayah masih mendominasi.

Semua diam. Masih diam.

_“Ini hanya bara. Bukan api neraka yang panasnya jutaan kali lipat api dunia. Maka masihkah kita berani meninggalkan shalat? Shalat yang akan menyelamatkan kita dari gelapnya alam kubur dan api neraka.”_

Terdengar suara isak tangis perempuan. Itu Ibu. Genggaman kami semua semakin menguat.

_“Tolong Ayah. Tolong Ibu. Ayah Ibu akan terbakar api neraka jika membiarkan kamu lalai dalam shalat. Aa, usiamu 14 tahun, paling dewasa di antara semua lelaki. Abang, 12 tahun. Kaka, 10 tahun. Bahkan Rasul memerintahkan untuk memukul jika meninggalkan shalat di usia 10 tahun. Apa Ayah perlu memukul kamu?”_

Suara isak tangis mulai terdengar dari hidung kami bertiga. Takut. Itu yang kurasakan. Kami semua saling mendekat. Mendekap, bukan lagi menggenggam.

_“Berjanjilah untuk tidak lagi meninggalkan shalat. Apapun keadaannya. Sekarang kita shalat Isya berjamaah. Dan kamu bertiga mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”_

Sebuah cerpen pengingat.

***

Epson L220 Datang Juga….


Setelah menunggu 3 minggu, akhirnya printer Epson yang hadiah workshop e-learning bersama Kogtik dan disponsori oleh Epson Indonesia tiba dirumah dengan selamat.

Jpeg

Awalnya saya tidak mengetahui printer epson tipe apa yang akan diberikan, hanya diberitahukan perkiraan harganya saja sekitar 2,5 juta. Ternyata setelah tiba dirumah tipe yang diberikan adalah Epson L220 Ink Tank System. Saya coba cek harganya dibeberapa toko online yang menjual produk tersebut, ternyata memang benar harganya berkisar antara 2,2 juta sampai dengan 2,4 juta rupiah.

Mengulas sedikit spesifikasi printer epson L220…printer ini merupakan generasi printer epson yang meneruskan tipe sebelumnya L210.

Printer Epson L220 Inkjet diberi desain khusus sehingga memberi gaya tampilan yang elegan dan praktis. Dimensi ukuran printer ini yaitu 472 mm x 222 mm x 130 mm dengan berat sekitar 3 kg.. Badan printer berwarna hitam, yang merupakan perpaduan antara warna hitam glossy dan hitam doff yang membuatnya menjadi tampak lebih ekslusif.

Tempat Tinta Printer Epson L220Seperti pada printer-printer seri L Epson seri sebelumnya, Printer Epson L220 juga telah dilengkapi dengan tangki infus  original yang berada menempel di samping printer. Epson L220 dirancang khusus sebagai mesin pencetak multifungsi , baik foto maupun dokumen tulisan, dan fitur yang dimiliki oleh printer ini tidak hanya mencetak tetapi juga terdapat fitur scanner dan copy tetapi dengan spesifikasi canggih yang  membuat printer ini sangat handal di dalam urusan pencetakan.

Kecepatan dan Kualitas Cetak Printer Epson L220

Kecepatan mencetak printer ini  mencapai 60 ppm(print per minute) dengan mode tinta hitam, serta dapat mencetak hingga 4000 lembar. sedangkan untuk mode tinta warna bisa mencapai 30 ppm. Kecepatan proses printing Epson L220  melebihi generasi sebelumnya. Kualitas cetaknya pun sangat bagus, yaitu 5760 dpi x 1440 dpi. Tak hanya itu, teknologi Micro Piezo pun dibekali ke dalam head printer ini sehingga membuat printer ini menjadi salah satu printer dengan spesifikasi pencetakan yang cukup diperhitungkan.Untuk pencetakan, printer ini mempunyai kapasitas dengan daya tampung hingga 50 lembar.

Ukuran kertas yang bisa digunakan pada printer ini yaitu kertas A4,  A5,  A6, B5, dan ukuran lainnya. Selain memiliki kemampuan cetak yang baik, daya listrik printer ini juga sangatirit, yaitu sekitar 10 watt saja ketika dalam proses pencetakan . Tambahan Tombol One touch Scan and copy yang berada di bagian depan mempermudah melakukan Scan / Copy dokumen apapun. Selain mampu mencetak tulisan maupun gambar dengan kecepatan tinggi, printer ini juga  mampu mengcopy dan menscan gambar ataupun tulisan  dengan baik dan tanpa bintik.

Hee..kepanjangan bahas spesifikasi printer epson ini…tapi yang jelas printer hadiah ini akan menjadi sangat berguna untuk mendukung semua perkerjaan saya. Walaupun saya sebenarnya sudah memiliki 2 printer lainnya. Yang pasti anak-anak saya senang menggunakannya untuk mencetak photo dan gambar yang mereka buat. Yang pasti juga kemampuan mencetak dan jumlah cetak lebih banyak bila dibandingkan dengan dua printer yang sudah saya miliki terdahulu. Saya coba cek harga tintanya juga tidak semahal dibanding printer lainnya.

Dipenghujung tulisan ini ucapan banyak terima kasih kepada Kogtik dan Epson Indonesia. Semoga tetap jaya…….

Bulan berakhiran -ber…


Hallo rekan-rekan netter semuanya….apa kabar ? semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia selalu….

Tak terasa nih…dah berada dipertengahan bulan september 2016. Sampai lupa nih…saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha 1437 H, pasti rekan-rekan semuanya badannya terasa hangat karena banyak makan daging kurban…heee..heee…

Kembali ke judul tulisan ini….Bulan berakhiran -ber…ada apa ya…? Pastinya kalau sudah memasuki bulan berakhiran -ber dalam kalender masehi..yang pertama kita ketemu bulan september ya…lanjut ke oktober, nopember dan terkahir desember. Artinya bulan-bulan berakhiran -ber ini menandakan tahun berjalan akan segera berakhir dan akan bertemu dengan tahun yang baru alias kita sudah berada atau memasuki akhir tahun.

bulan

Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kalau sudah berjumpa dengan bulan yang berakhiran -ber itu artinya sudah memasuki musim hujan. Betul gak ya …? silahkan rasakan sendiri…jika gak ketemu jawabannya silahkan kontak badan meteorologi dan geofisika (BMG) hiii…

Kalau anak-anak sekolah atau anak kuliah, berada di bulan yang berakhiran -ber itu artinya sekarang berada di semester ganjil atau gazal.. Trus bagi para karyawan biasanya dah siap-siap kerja target akhir tahun dan mengerjakan laporan akhir tahun…..

Kalau anda ……………………..? Silahkan jawab sendiri…..

 

Edisi Agustusan…


Hallo rekan semuanya….Merdeka…..Merdeka…Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71,  17 Agustus 2016. Tidak ada cerita kecuali cuplikan gambar yang diambil setelah pelaksanaan upacara yang di selenggarakan oleh PT. Tanjungenim Lestari Pulp and Paper dilapangan sekolah Lematang Lestari..yuk di lihat…..Tanpa Editing…apa adanya….

Lanjutkan membaca “Edisi Agustusan…”